Senin, 26 Maret 2012

Ramuan Obat Alami untuk Penyakit Kapalan

Penyakit kapalan (callules) sering terjadi pada tangan ataupun kaki. Pada kaki biasanya terjadi karena menggunakan sepatu atau sandal yang terlalu sempit ataupun tidak benar. Sedangkan pada tangan, jika Anda melakukan pekerjaan tertentu secara terus-menerus yang menekan permukaan kulit.

Untuk mengatasi kapalan selain menggunakan krim khusus, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami. Ikuti tips berikut untuk mengatasi masalah kapalan, baik pada tangan maupun kaki.

- Lemon = Perasan jeruk lemon segar bisa mengatasi rasa nyeri yang biasanya muncul pada kapalan. Bersihkan area yang mengalami kapalan. Lalu, oleskan area yang kapalan dengan perasan jeruk lemon, dan diamkan selama satu malam.

- Pepaya mentah = Pepaya mentah juga bisa Anda gunakan untuk mengatasi kapalan. Caranya haluskan beberapa potong pepaya mentah menggunakan blender. Lalu, tempelkan pepaya halus tersebut pada area yang kapalan, tiga kali sehari.

- Bawang putih = Campuran vitamin E yang berbentuk minyak bisa sangat efektif untuk mengatasi kapalan jika dicampur dengan bawang putih. Haluskan bawang putih kemudian campur dengan minyak vitamin E. Tempelkan dengan menggunakan kapas dan diamkan selama satu malam.

- Kentang = Kapalan juga bisa diatasi dengan kentang. Parutlah kentang hingga teksturnya sedikit halus. Tempelkan di bagian yang kapalan dan tutup dengan kain kassa. Diamkan selama dua hingga tiga jam.

YANG DIBUTUHKAN DARI LULUSAN UNIVERSITAS UNTUK DUNIA KERJA

Perguruan tinggi bertujuan menghasilkan lulusan yang dapat di serap dalam dunia kerja, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan oleh perguruan tinggi yaitu untuk mendapatkan informasi tentang apa yang di butuhkan oleh dunia kerja dari lulusan perguruan tinggi dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Universitas dianjurkan untuk bisa dan mampu membuat intellectual output yang relevant dengan kebutuhan. Bahwa untuk dapat menjadikan universitas menjadi pusat pengembangan perguruan tinggi dapat menghasilkan output yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kwalitas sumber daya manusia,dan lain-lain

Lulusan yang memiliki IQ tinggi terkadang susah mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan lulusan yang IQ-nya sedang, hal ini disebabkan oleh tingkat idealisme dan egoisme serta sentiment business yang rendah. Perlu diingat bahwa sentiment business erat hubungannya dengan tingkah laku, pengendalian diri serta kepribadian seseorang. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa softskill begitu penting bagi peserta didik? Soft skills yang secara ringkas bisa didefinisikan sebagai kepribadian seseorang untuk mengembangkan hubungan-hubungan kemanusiaan mempunyai berbagai aspek, Soft skills sangat berorientasi pada pengembangan sisi-sisi kemanusiaan (humanity) dari lulusan lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi. Karena pada kemampuan soft skill akan ditanamkan beberapa hal berikut :
• Komunikasi tertulis • Bekerja dalam tim

• Teknologi • Berpikir logis

• Berkomunikasi lisan • Bekerja mandiri

• Ilmu pengetahuan • Berpikir analisis

Dalam dunia kerja dewasa ini lebih suka menerima calon pegawai yang memiliki soft skill baik dari pada hard skill baik, dengan alasan bahwa, seseorang yang memiliki hard skill tinggi biasanya memiliki idealisme yang tinggi juga, sulit untuk diberi masukan dan cenderung kurang memiliki kemampuan bekerjasama, kemampuan beradaptasi dan kemampuan berkomunikasi baik secara vertikal atau horisontal padahal dalam dunia kerja adalah team work dan bukan personalitity, karena dia merasa mampu dan memiliki tingkat IQ yang tinggi. Namun jika pegawai dengan soft skill yang baik dia akan mampu bersikap dan bisa memposisikan diri sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya, mudah untuk dikendalikan dan jauh memiliki kebijaksanaan dan keleluasaan bertindak karena akan selalu mempertimbangkan sisi baik dan buruknya atas tindakan yang sedang akan dilaksanakannya, tidak malu untuk bertanya dan selalu terbuka terhadap kritik dan saran (sesuai dengan 10 hal diatas).

Sehingga dengan demikian memiliki IPK tinggi tidak menjadi jaminan sukses dalam pekerjaan, hal ini jika IPK tinggi tidak diimbangan dengan soft skill yang baik, Mungkin itu beberapa hal yang menjadikan Soft skill akan lebih dipilih oleh dunia kerja daripada hard skill sehingga lembaga pendidikan sejak beberapa tahun terakhir ini akan selalu membekali peserta didiknya dengan soft skill selain dengan hard skill yang memang harus dimiliki oleh peserta didik.

KETERKAITAN ANTARA HARD SKILL DAN SOFT SKILL TERHADAP DUNIA KERJA DAN KULIAH

Keseimbangan dari pertumbuhan hard skill dan soft skill akan membuat kita mengalami sukses lebih cepat dan lebih jauh dari kesuksesan yang hanya ditunjang oleh salah satu faktor tersebut. Perpaduan antara hard skill dan soft skill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang tinggi atau memperluas bisnis di masa depan. Banyak lulusan dari perguruan tinggi baik itu negeri dan swasta yang tidak siap menghadapi dunia nyata atau dunia kerja. Persaingan yang ketat kita di tuntut untuk memiliki kempuan yang lebih bukan hanya kemampuan Hard skill (nilai IPK yang tinggi) tetapi kita di tuntut untuk memiliki soft skill sebuah kompetensi seorang lulusan.

Berikut ini kompetentsi lulusan yang di harus dimiliki didalam menghadapi persaingan di dunia nyata :

• Komunikasi tertulis • Bekerja dalam tim

• Teknologi • Berpikir logis

• Berkomunikasi lisan • Bekerja mandiri

• Ilmu pengetahuan • Berpikir analitis

Kemampuan-kemampuan di atas sebenarnya kita bisa dapatkan semasa sekolah, kuliah. Saat organisasi bisa membentuk diri seseorang bisa memiliki kemampuan-kemampuan di atas. Bukan hanya di lingkungan akademis kita di tuntut untuk mengembangkan soft skill kita, sebelum nantinya kita siap untuk memasuki dunia nyata tapi pengasahahan soft skill juga di dalam agama kita di suruh untuk mengasahnya keterampilan menjadi seorang yang profesional dan ahli di bidang yang digeluti. Sukses meraih cita-cita dan karir di masa depan tidak hanya ditentukan oleh hard skill, seperti tingginya nilai indeks prestasi (IP), penguasaan teori serta terampil dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan perangkat berteknologi tinggi. Istilah soft skill memang tergolong baru terdengar, tetapi soft skill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri kita, agar kita dapat memotivasi diri dan orang lain.

PERBEDAAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada sejak lahir. Soft skill juga merupakan kemampuan bakat yang dilakukan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Hard skill Yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Maksudnya seperti insinyur mesin seharusnya menguasai ilmu dan teknik permesinan, Dokter harus mumpuni bidang ilmu kedokteran. Pemain sepak bola mempunyai ketrampilan teknik menggiring bola. Setiap profesi dituntut mempunyai hardskill yang khusus, tetapi softskills bisa merupakan kemampuan yang harus dimiliki di setiap profesi.

10 Kemampuan soft skills sebagai berikut:

• Kejujuran • Tanggung jawab

• Berlaku adil • Kemampuan bekerja sama

• Kemampuan beradaptasi • Kemampuan berkomunikasi

• Toleran • Hormat terhadap sesama

• Kemampuan mengambil keputusan • Kemampuan memecahkan masalah, dsb

Pengertian Soft Skill

PENGERTIAN SOFT SKILL

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada sejak lahir. Soft skill juga merupakan kemampuan bakat yang dilakukan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Soft skill dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Soft skill personal adalah kemampuan atau keterampilan yang dimanfaatkan untuk mengatur kepentingan dirinya sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

2. Soft skill inter personal adalah kemampuan atau keterampilan yang berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Contohnya, kita mampu ber hubungan atau berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain.

;;